Minggu, 26 November 2017

Kisah Inspirasiku, Irine Cristine

Kisah Inspirasiku Dari Sebuah Kepercayaan

Sudah sangat banyak pengalaman yang saya dapatkan, seperti berdebat dengan orang, diabaikan, dan tidak dipercayai. pada suatu hari, saat pelajaran bahasa Inggris, kami diberi tugas untuk memperkenalkan Bangka Belitung dengan mempresentasikannya di depan kelas. Sebelum itu, kami harus membuat 2 paragraf dengan masing masing paragraf 5 kalimat. isinya minimal 1 gerund dan 1 infinitive. Saat itu, saya benar-benar bingung dan tidak tahu gimana cara membuatnya. Pada saat bertanya, mereka juga tidak tau. hingga jeda istirahat saya mengirim pesan kepada teman saya dan memintanya untuk membantu mengerjakan tugas itu. dan apa yang mereka balas?? ya gitu mereka menjawabnya. Buat apa saya menanya jika saya bisa membuatnya?

Saya benar-benar hilang akal setelah beberapa hari, meskipun teman-teman saya itu pintarnya kebangetan, apalagi pelajaran bahasa inggris, saya tidak akan pernah dan tidak akan pernah bertanya kepada mereka lagi. Percuma. Meskipun pelajaran bahasa inggris adalah kelemahan saya dari semua pelajaran, saya berusaha untuk menyelesaikan tugas saya sendiri daripada harus menunggu bantuan orang lain. 

Jadi dari pengalaman tidak menyenangkan ini, saya belajar untuk mulai mempelajari mata pelajaran ini lebih giat lagi, kadang saya menonton film dengan subtitle bahasa inggris agar dapat sekaligus belajar. Pesan saya, jangan pernah menunggu orang lain dan mengharapkannya dapat selalu membantu kita, tetapi belajarlah berusaha sendiri agar tidak merepotkan mereka juga.

Minggu, 29 Oktober 2017

Mari Membangun Bangsa Lewat Gemar Membaca

    Mari Membangun Bangsa Lewat Gemar Membaca
Oleh: Priyo Sularso

     Kemajuan suatu bangsa dan Negara dapat dilihat dari kemajuan perpustakaan dan budaya membaca rakyatnya. Sebagai contoh,bamgsa Cina memiliki budaya literasi untuk melestarikan ajaran dan budaya leluhurnya sehingga ilmu pengetahuan berkembang pesat dan menjadikan Cina memiliki budaya dan ilmu pengetahuan tertua di dunia. Pada dekade 1940-an, Jepang mampu membusungkan dada di antara bangsa-bangsa yang berebut pengaruh di kawasan Asia. Kemajuan teknologinya sejajar dengan bangsa-bangsa Eropa yang menguasai wilayah di beberapa belahan bumi dalam mencari rempah-rempah dan tambang sehingga dapat menciptakan koloni-koloni kekuasaan di beberapa negara kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Jepang yang sudah maju dalam bidang literasi berbasis budaya lokalnya mampu membuat perpustakaan-perpustakaan yang menunjang kemajuan dan ketahanan budaya Jepang disegani di kawasan Asia.
     Negara Singapura, tetangga terdekat kita yang umur negaranya relatif muda dari Indonesia, mampu menyaingi negara-negara di sekitarnya dengan kemajuan di segala bidang ilmu pengetahuan dan teknologinya. Hal ini tidak terlepas dari pembangunan dan penyediaan perpustakaan yang tersebar hampir di seluruh wilayah Negara ini. Perpustakaan sebagai penunjang utama dan pemacu kemajuan dunia pendidikan.

     Jadi, kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kebiasaaan dan kebutuhan rakyatnya unutk membaca. Kegiatan membaca dapat memberikan dampak yang besar terhadap sumber daya manusianya di antaranya sebagai berikut.