Minggu, 29 Oktober 2017

Mari Membangun Bangsa Lewat Gemar Membaca

    Mari Membangun Bangsa Lewat Gemar Membaca
Oleh: Priyo Sularso

     Kemajuan suatu bangsa dan Negara dapat dilihat dari kemajuan perpustakaan dan budaya membaca rakyatnya. Sebagai contoh,bamgsa Cina memiliki budaya literasi untuk melestarikan ajaran dan budaya leluhurnya sehingga ilmu pengetahuan berkembang pesat dan menjadikan Cina memiliki budaya dan ilmu pengetahuan tertua di dunia. Pada dekade 1940-an, Jepang mampu membusungkan dada di antara bangsa-bangsa yang berebut pengaruh di kawasan Asia. Kemajuan teknologinya sejajar dengan bangsa-bangsa Eropa yang menguasai wilayah di beberapa belahan bumi dalam mencari rempah-rempah dan tambang sehingga dapat menciptakan koloni-koloni kekuasaan di beberapa negara kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Jepang yang sudah maju dalam bidang literasi berbasis budaya lokalnya mampu membuat perpustakaan-perpustakaan yang menunjang kemajuan dan ketahanan budaya Jepang disegani di kawasan Asia.
     Negara Singapura, tetangga terdekat kita yang umur negaranya relatif muda dari Indonesia, mampu menyaingi negara-negara di sekitarnya dengan kemajuan di segala bidang ilmu pengetahuan dan teknologinya. Hal ini tidak terlepas dari pembangunan dan penyediaan perpustakaan yang tersebar hampir di seluruh wilayah Negara ini. Perpustakaan sebagai penunjang utama dan pemacu kemajuan dunia pendidikan.

     Jadi, kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kebiasaaan dan kebutuhan rakyatnya unutk membaca. Kegiatan membaca dapat memberikan dampak yang besar terhadap sumber daya manusianya di antaranya sebagai berikut.